a

SETIAP MUSLIM BERSAUDARA

Jumat, 03 April 2020

Kisah Satu Keluarga Dikucilkan di Kampungnya Dituding Kena Covid-19, Nenek dan Cucunya Nyaris Diusir

Satu keluarga mendapat perlakuan tidak mengenakan dari warga sekitar yang tinggal di kampungnya.

Bahkan, nenek dan cucunya ini nyaris diusir oleh warga dari rumahnya sendiri karena dituding terpapar virus corona atau Covid-19.

Peristiwa ini terjadi diwilayah  Huta III, Nagori Panombean Marjanji, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kisah Satu Keluarga Dikucilkan di Kampungnya Dituding Kena Covid-19, Nenek dan Cucunya Nyaris Diusir

Korban yang merupakan satu keluarga ini pun menjadi pergunjingan warga sekitar yang menuduhnya kena virus corona.

Bahkan, korban dikucilkan oleh warga sekitar karena isu tersebut.

Warga sempat menolak kehadiran keluarga ini setelah satu di antaranya sempat mendapat perawatan di RSUP H Adam Malik.

RSUP H Adam Malik merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk perawatan pasien Covid-19.

Pengulu Nagori Panombean Marjanji, Hendri Siahaan menerangkan, ada kesalahpahaman yang terjadi antarwarga dengan keluarga tersebut.

Ia pun menceritakan awal kisah pengucilan satu keluarga di wilayahnya itu.

"Begini ceritanya, ada seorang nenek, warga kami yang menjemput cucunya di RSUP Adam Malik karena menantunya sedang merawat anak laki-lakinya yang sakit.

Saat itu tentu anaknya gak ada yang merawat," terang Henry Kamis (2/4/2020) seperti dilansir dari Tribun Medan.

Hendri Siahaan  melanjutkan, kabar tersebyt didengar oleh warganya.

Rupanya, warga menafsirkan lain terkait kepulangan sang nenek dan cucunya dari rumah sakit.


Warga malah menuding, anak tersebut terkena virus corona lantaran di rawat di rumah sakit yang menangani pasien Covis-19.

Saat pulang ke rumahnya, nenek dan cucunya sempat tak berani didekati warga.

Bahkan sempat beberapa lama menunggu tumpangan di pekan Tanah Jawa.

Bahkan warga sempat menelepon Bhabinkamtibmas agar menahan si nenek dan cucunya.

"Aku ditelepon camat. Makanya sedih kali. Jangan-jangan memang Corona juga. Kami panggillah orang Puskesmas, Forkopimdes termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk melihat apa yang terjadi," katanya.

Dari situ diketahui ternyata si anak tadi mengalami perawatan sakit lambung dan paru-paru, bukan seperti yang diduga warga sebelumnya.

Warga yang mendengar penjelasan hasil pemeriksaan tim medis pun akhirnya lega.

Tak berapa lama, si anak yang berinisial R (26 tahun) pulang ke rumah neneknya.

Adapun terhadap mereka ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena pulang dari daerah lain.

Henri mengatakan hal ini menjadi pembelajaran bagi semua orang agar jangan cepat menuding.


Ia dan camat setempat pun telah sepakat akan melaporkan siapa pun warga yang tega mengusir orang saat berkunjung ke kampung.

"Makanya kalau ada warga yang mau ngusir-ngusir tanpa ada pembicaraan kita laporkan aja ke polisi. Jangan cepat menuding. Kita marilah sama sama belajar," katanya.

Diakuinya, kesalahpahaman ini terjadi karena si R yang dirawat merupakan warga Tanjung Anom, Deliserdang yang langsung dirawat ke RSUP Adam Malik.

Sehingga warga tidak mengetahui kondisi awal.

• Kronologi WNA Italia Ada di Sukabumi Berniat Isolasi Diri saat Corona, Ternyata Sudah 2 Minggu

Pasca-isu ini, baik warga dan Forkopimdes kemudian patungan memberikan sembako sekadarnya keluarga tersebut hingga status ODP 14 hari mereka selesai.

Keluarga tersebut diminta melakukan karantina diri demi keamanan semua orang.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar