a

SETIAP MUSLIM BERSAUDARA

Senin, 06 April 2020

VIDEO - Warga di Mojokerto Geger Dengar Tangisan Bayi, Diduga Dilempar Ibu Kandung di Atas Genting Rumah

Warga Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto digegerkan dengan penemuan bayi yang dibuang di atas genting rumah.

Warga di Mojokerto Geger Dengar Tangisan Bayi, Diduga Dilempar Ibu ...

Bayi laki-laki tersebut diduga sengaja dibuang ibu kandungnya karena hasil hubungan gelap.

Kepala Kelurahan Sentanan dr Fatoni, menjelaskan bayi ini ditemukan oleh Farida bersama suaminya Prapto (36).

Mereka melihat bayi dalam kondisi tergeletak di atas genting rumah milik Daniel di Jalan Piera Tendean Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat malam (03/3/2020) sekira pukul 21.05 WIB.

"Jadi saksi mendengar ada suara bayi menangis kemudian mereka naik ke atas genting rumah Bapak Daniel ditemukan bayi laki-laki yang baru lahir tanpa busana sedikitpun," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2020).



Ia mengatakan warga setempat bersama-sama mengevakuasi bayi mungil dari atas genting. Mereka membawa bayi laki-laki ini ke Rumah Sakit RSI Hasanah Kota Mojokerto.

"Bayi tersebut di bawa ke rumah sakit Hasanah oleh warga untuk mendapat perawatan secepatnya karena terdapat luka di bagian kepalanya," ungkapnya.

Masih kata Fatoni, pihaknya memperoleh informasi ada seorang warganya yang dicurigai membuang bayi tersebut. Mereka mendatangi rumah yang bersangkutan untuk memastikannya.

Hasilnya, seorang wanita inisal DF (23) baru melahirkan diduga membuang bayinya di atas genting karena malu hasil dari hubungan diluar nikah.

"Warga membawa yang bersangkutan ke rumah sakit Hasanah karena dalam kondisi lemas baru melahirkan untuk mendapat perawatan lebih lanjut," jelasnya.

Ditambahkannya, warga bersama perangkat desa melaporkan kejadian penemuan bayi ke Polres Mojokerto Kota.

"Sampai saat ini ibu dan bayi mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasanah," tandasnya. (*)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar